Apa itu analisis kredit ?

 




Arti sederhananya mengacu pada orang yang bertanggung jawab untuk menganalisis data pinjaman individu atau perusahaan. Sistem ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami tingkat risiko secara keseluruhan karena akan terkait dengan ekspansi kredit atau dana pinjaman di masa depan, jadi ini adalah tugas dan fungsi seseorang. Analisis untuk menyusun laporan yang lengkap dan detail tentunya harus ditimbang atas dasar tersebut agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan, karena tidak semua orang yang mengajukan kredit langsung diterima, semua tergantung dari calon debitur kredit atau mereka dapat mempercayai penyedia layanan. bank atau lembaga lain bahwa proyek yang Kamu pembiayaan dengan kredit bank layak, oleh karena itu lampiran aplikasi harus diserahkan sebaik mungkin dan dokumen pendukung lainnya harus dilampirkan untuk memudahkan penerimaan aplikasi.


Perlu kita ketahui bahwa analisa kredit sangat diperlukan, tentunya peranannya sangat penting. Karena dengan metode ini bank pemberi jasa perkreditan tidak akan mengalami kerugian yang diakibatkan oleh debitur yang gagal membayar utangnya, maka analisis tersebut diyakini memiliki kredit karena didasarkan pada prinsip yang sering disebut dengan 5P dan 5C dimana kedua komponen tersebut selalu diterapkan untuk membuat keputusan tentang apakah itu tepat atau tidak. peminjam diterima, bahkan mungkin pada tahap awal kemungkinan debitur potensial untuk gagal bayar, karena default tersebut mengacu pada kegagalan pelanggan untuk memenuhi kewajiban untuk memulai kredit. bersama-sama dengan bunga yang telah disepakati sebelumnya yang telah mereka terima dan dicatat secara sah di notaris.

 




Tugas dan Fitur Analisis Kredit


  • Selalu menganalisa data pinjaman dan laporan keuangan individu atau perusahaan, hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat risiko dengan menggunakan program komputer sebagai evaluasi yang merata.
  • Berkonsultasi dengan setiap klien untuk menyelesaikan keluhan mereka, serta secara berkala meninjau catatan keuangan dan kredit mereka dan melampirkan laporan yang menunjukkan tingkat risiko kredit.
  • Untuk fungsi analisis kredit sebagai dasar bagi bank untuk menentukan tingkat suku bunga dan jaminan yang harus dipenuhi oleh nasabah, selain syarat kredit, struktur yang diusulkan, jumlah pinjaman, jangka waktu kredit dan lain-lain.
  • Bertindak sebagai bahan pertimbangan direksi Bank saat mengambil keputusan dan juga sebagai sumber daya yang akan digunakan untuk tujuan penilaian kredit bila diperlukan.


Pedoman Analisis Kredit 5P

Analisis kredit setiap orang untuk pedoman utama yang akan diterapkan sebagai berikut untuk menentukan kelayakan debitur.

  • Metode (Pihak) adalah langkah yang dilakukan dengan melakukan survei lapangan untuk menilai apakah debitur memenuhi persyaratan atau debitur memenuhi persyaratan, baik melalui wawancara atau tatap muka di lokasi lapangan.
  • Metode pembayaran akan digunakan sebagai fungsi untuk menentukan kelayakan debitur melalui kemampuan membayar, yang biasanya diverifikasi berdasarkan informasi pribadi yang sulit diberikan oleh calon debitur kepada bank terkait.
  • Untuk panduan lebih lanjut (Outlook) jika pemohon kredit adalah perusahaan pengembang, analisis kredit akan menerapkan prinsip prospek dimana orang yang menganalisis akan menilai potensi perusahaan yang akan memberikan pinjaman.
  • memprioritaskan (Purpose), artinya tujuan seorang debitur yang akan meminjam uang ke bank akan menjadi faktor penentu yang paling berpengaruh apakah pinjaman tersebut akan dikreditkan atau tidak, kuncinya adalah lebih yakin dengan tujuan dari pinjaman tersebut. pinjaman yang kami buat memiliki peluang bagus untuk disetujui.
  • Observing (kepribadian) artinya kepribadian debitur termasuk dalam kategori penilaian analis berdasarkan penampilan, etika dan cara berbicara.


Pedoman Analisis Kredit 5C


  • Sebagai calon debitur, Kamu harus memiliki jaminan (collateral) sebelum mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga.
  • Selain itu, kondisi ekonomi perusahaan biasanya akan menentukan diterima atau tidaknya permohonan tersebut, karena Bank juga memiliki perhitungan yang detail dan tidak ingin mengalami kerugian akibat wanprestasi.
  • Jika seorang debitur meminjam uang untuk digunakan sebagai modal kerja, pihak analisis kredit menguji kelayakan usahanya.
  • Jika orang tersebut mengajukan pinjaman dengan jumlah nominal yang sangat besar, analis akan menilai Kapasitas (Capacity) apakah ia dapat melunasinya sesuai kesepakatan atau tidak.
  • (Karakter) disini berarti karakter asli pelanggan, hal ini dinilai berdasarkan lingkungan kerja atau perusahaan yang mereka bangun.


Bagaimana mekanisme Analisis kredit ?


Perkembangan ilmu pengetahuan melahirkan pihak-pihak tertentu, yaitu analis kredit yang memiliki keahlian khusus dalam melakukan analisis kredit. Tugas mereka adalah melakukan analisis mendalam dari berbagai sudut mulai dari (a) analisis industri, (b) analisis bisnis, (c) analisis manajemen hingga (d) analisis keuangan.


Untuk melakukan analisis industri, analis kredit dapat menerapkan metode PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, Kekuatan Hukum). Setiap aspek dalam sistem tersebut harus dipertimbangkan dengan cermat dan jika tidak ada masalah yang signifikan dapat dilanjutkan ke tahap penilaian berikutnya.


Analisis bisnis pada dasarnya adalah cara bagi kreditur untuk memahami model bisnis suatu entitas milik calon debitur. Dengan memahami model bisnis, akan terungkap bagaimana menghasilkan uang, lengkap dengan berbagai risiko yang terlibat. Kamu juga dapat mengukur kekuatan dan kelemahan untuk dipertimbangkan saat menyetujui kredit.


Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis manajemen. Setiap perusahaan, baik skala mikro maupun besar, memiliki manajemen yang bertugas mengelola kegiatan operasional. Manajemen yang baik dan berkualitas akan membantu perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik sedangkan manajemen yang buruk akan membuat perusahaan gagal dan gagal. Analis kredit akan melakukan wawancara, termasuk mencari rekam jejak manajemen dari berbagai sumber untuk dipertimbangkan dalam persetujuan pinjaman.


Langkah terakhir adalah melakukan analisis keuangan. Kondisi ini sangat mirip dengan aktivitas investor ekuitas yang melakukan analisis fundamental dengan memeriksa laporan keuangan emiten secara berkala untuk mencari informasi penting seperti keuntungan dan kerugian yang diperoleh, total aset hingga rasio seperti “return on equity” hingga “return on equity”. "pada sumber daya". Hanya jika hasil analisisnya bagus, analis kredit akan merekomendasikan bahwa calon debitur memenuhi syarat untuk pinjaman kepada atasannya.


Tujuan analisis kredit


Analisis kredit membatasi asimetri informasi: Informasi yang tidak akurat dan menyesatkan ini akan menyebabkan bank salah menilai nasabah dan menyebabkan pengambilan keputusan yang salah, seperti memilih nasabah dengan potensi risiko tinggi atau menolak nasabah potensial dan aman. Namun, jika bank melakukan analisis kredit yang baik sebelum memberikan pinjaman melalui analisis pelanggan penuh, bank akan memilih pelanggan yang tepat dan mengurangi risiko kredit.


Analisis kredit menilai tingkat risiko nasabah secara akurat: menganalisis dan mengevaluasi nasabah melalui analisis dan evaluasi laporan keuangan, unit bisnis, reputasi nasabah, rencana pinjaman untuk membantu bank lebih memahami nasabah dan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kekuatan dan kelemahan nasabah untuk menilai dan memprediksi tingkat risiko setiap pinjaman. Berdasarkan hal tersebut, bank akan mengevaluasi kelayakan kredit dan menentukan tingkat suku bunga pinjaman, menentukan penyisihan risiko dan memantau pinjaman di masa depan. Analisis kredit bertujuan untuk menilai kebutuhan kredit nasabah secara akurat: juga melalui analisis, petugas kredit akan mengetahui kebutuhan kredit dan tujuan pinjaman nasabah. Hal ini menjadi dasar bagi bank untuk merancang produk kredit yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti ukuran pinjaman, metode pembayaran, dan syarat pembayaran.


Kesimpulan:


Harus kita fahami dalam menganalisis kelayakan kredit calon debitur bukanlah pekerjaan mudah. Ini tentang apakah seseorang memperoleh kredit atau pinjaman. Tidak ada kreditur yang ingin membeli babi di ladang, semuanya harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk meminimalkan segala risiko. Beberapa variabel perlu didiskusikan untuk sampai pada keputusan yang tentunya masih mengandung risiko. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang lama, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum akhirnya permohonan kredit disetujui atau akhirnya ditolak. sehingga untuk riwayat kredit tentu menjadi poin penting dan pertimbangan. Ketika posisi kolektibilitas dan credit score Kamu berada pada posisi dan angka yang baik maka pencairan pinjaman tinggal menunggu persetujuan, sebaliknya jika ternyata Kamu wanprestasi bahkan belum lolos proses BI checking maka Kamu harus waive mengajukan kredit, karena sia-sia itu pasti akan.


Analisis kredit adalah soal mengenali karakter debitur, yaitu bagaimana kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari, apakah calon debitur jujur ​​dan adil dalam pengelolaan keuangan pribadi. Hal ini juga menyangkut kondisi dan riwayat keuangan dari calon debitur itu sendiri, yang pada akhirnya akan menentukan kemampuan atau kesanggupan untuk membayar kembali pinjamannya. Itu semua adalah faktor internal lalu Sedangkan faktor eksternal dalam analisis kredit berkaitan dengan kondisi yang sedikit banyak dapat mempengaruhi debitur dalam memenuhi kewajibannya di masa yang akan datang. Bagaimana kondisi sosial, politik, ekonomi terutama yang dapat mempengaruhi calon debitur, dan tentunya hal ini juga perlu mendapat perhatian, walaupun proporsinya relatif kecil. Terakhir adalah jaminan, apakah calon debitur memiliki jaminan yang dapat diperkuat oleh analis untuk menyetujui penyaluran kredit. Jika demikian, tentu saja ini lebih baik.

Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.